Contoh Surat Teguran

Surat teguran pada dasarnya memiliki kesamaan maksud dan tujuan dengan surat peringatan. Di sebuah  perusahaan atau instansi apapun itu, tentu saja surat teguran atau peringatan akan diberlakukan untuk para staf atau karyawan yang melakukan kelalaian atau sebuah pelanggaran atas aturan yang ditetapkan.

Semua perusahaan atau lembaga tentu memiliki aturan masing masing terkait dengan sistem perusahaan. Jika seorang karyawan atau staff melakukan sebuah pelanggaran maka akan dilayangkan surat teguran atau peringatan atas tindakan yang dilakukan. Tindakan pemberian surat teguran ini bermaksud untuk membuat pelanggar merasa jera dan bisa memperbaiki kinerjanya dalam pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Surat teguran atau peringatan akan diberikan secara bertahap karena berdasarkan pada kebijakan perusahaan yang memberikan kesempatan. Jika secara bertahap surat teguran atau peringatan masih diabaikan dan belum ada perbaikan kinerja atau memperbaiki pelanggaran maka sanksi berikutnya tentu akan lebih berat dan berakhir dengan pemberhentian tugas.

SP-1 hingga SP-3 akan diberikan secara bertahap untuk memberikan teguran secara tegas bagi para karyawan atau staff. Sanksi yang akan didapatkan tentu diberikan juga secara tegas dan bertahap sehingga hal ini akan menjadi sebuah pelajaran bagi orang orang tersebut. Nah, bagi Anda yang belum mengetahui surat teguran atau peringatan dari berbagai lembaga, maka berikut ini akan dijelaskan contoh surat teguran.

Berikut Ini Contoh Surat Teguran Dari Berbagai Bidang Disiplin

Banyak faktor yang membuat seseorang mendapatkan surat teguran dari atasan. Misalnya karena kinerja yang tidak produktif, kelalaian dalam pekerjaan, melanggar sistem aturan yang telah disepakati, dan lain sebagainya. Apapun penyebabnya itu, yang jelas surat teguran ini bisa berakibat sanksi lebih fatal jika tidak ada perbaikan atas tindakan yang Anda lakukan.

Nah, berikut ini ada beberapa contoh surat teguran yang biasa dilayangkan oleh pihak perusahaan, lembaga atau instansi tertentu untuk karyawannya!

1.     Contoh Surat Teguran Untuk Kelalaian

Kelalaian dalam sebuah pekerjaan tentu saja bisa dianggap sebagai sikap yang kurang disiplin dan tidak profesional. Banyak yang melakukan hal tersebut tanpa disadari akan dijatuhi sanksi dari tempat kerja tersebut. Sanksi awal tentu saja berupa surat teguran pertama atau SP 1. Contoh surat teguran akibat kelalaian yaitu sebagai berikut!

Insan Permadani Putra

Jln. Kamalingun No. 55 Tasikmalaya

Surat Teguran

Nomor             : 054//YH/8667/2020

Diterbitkanya surat teguran ini berkaitan dengan:

Nama               : Zahra Aulia Fadilah

Jabatan           : Karyawan Supervisor Bagian Gudang PT Insan Permadani Putra

Berdasarkan peraturan tentang kelalaian dalam stok barang di gudang perusahaan yang diatur dalam peraturan wajib di gudang telah diabaikan maka dengan ini saudara yang berkaitan diatas menerima sanksi dan teguran dari perusahaan.

Tujuan diberikannya surat ini agar saudara yang bersangkutan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama dan mau melakukan evaluasi serta meningkatkan kedisplinan kerja untuk menunjang tercapainya kepentingan bersama dalam perusahaan PT. Insan Permadani Putra.

Adapun bentuk sanksi yang diberikan kepada saudara yang bersangkutan adalah :

Tidak dikeluarkannya hak tunjangan transportasi saudara selama batas waktu yang ditentukan yaitu sejak diterbitkannya surat ini hingga tanggal 23 Januari 2020.

Demikian surat ini agar menjadi perhatian bahwa:

Setiap karyawan di PT Insan Permadani Putra hanya akan mendapatkan teguran sekali. Dan apabila setelah itu telah terjadi lagi pelanggaran dan kesalahan maka perusahaan akan langsung memberikan sanksi berupa surat peringatan pertama (SP I). Oleh sebab itu diharapkan hal ini menjadi pelajaran agar kedepannya proses aktifitas di perusahaan tidak mengalami hambatan. Di masa yang akan datang, mohon maaf atas kekurangan terimakasih atas perhatiannya saudara.

Tasikmalaya, 23 Januari 2020

Insan Permadani Putra

Manager HRD

Juju Zumairah MM

 

2.     Contoh Surat Teguran Untuk PNS Tidak Masuk Kerja

Kemudian surat teguran berikutnya ditujukan untuk PNS yang melanggar aturan jam kerja. Bagi pegawai negeri sipil yang melanggar aturan dan sering tidak masuk kerja tentu akan mendapatkan teguran keras. Nah, berikut ini contoh surat untuk teguran PNS yang tidak masuk kerja:

 

SURAT TEGURAN

No. 02/ST/HRD/Int/X/2020

Surat teguran ini diberikan kepada:

Nama                   : Jenny

Divisi                     : Enginering

NIP                        : 8754345678

Dengan ini diberitahukan bahwa Saudari telah melakukan pelanggaran atau penyimpangan terhadap peraturan perusahaan yang telah ditetapkan atau diberlakukan di bawah ini:

  1. Berdasarkan pada ketentuan Pasal 2 ayat 1 bahwa setiap karyawan atau pekerja yang berhalangan hadir atau tidak masuk kerja seperti biasanya harus menulis surat ijin yang disertakan dengan alasan yang lebih rasional dan jelas serta ditanda tangani oleh bagian kepala divisi pekerja yang bersangkutan
  2. Ketentuan pasal 2 ayat 3 yaitu setiap pekerja yang tidak masuk kerja tanpa ijin selama lebih dari 3 kali maka akan diterbitkan surat teguran kepada yang bersangkutan
  3. Pada kasus yang terjadi yaitu Saudari Jenny tidak masuk selama 5 hari dalam satu bulan dan tidak ada keterangan resmi kepada pihak HRD
  4. Saudari Jenny melanggar ketentuan dari pasal 2 ayat 1 dan pasal 2 ayat 3
  5. Maka dari itu Saudari Jenny diwajbkan untuk melapor ke bagian HRD selambat-lambatnya dalam 2 hari setelah melapor pada pihak Divisi Enginering.

Surat teguran ini berlaku selama 3 bulan terhitung sejak ditanda tangani. Jika dalam periode tersebut Saudari Jenny masih melakuka pelanggaran lagi maka akan diberikan Surat Teguran atau Surat Peringatan 1 (SP 1).

Bandung, 05 Januari 2020

Kepala Bagian                                                                                                             Kepala Divisi Engineering

 

(Nama)                                                                                                                                         (Nama)

Mengetahui

HRD

 

Demikian itulah mengenai contoh surat teguran yang digunakan sesuai dengan sasaran yang seharusnya dan sesuai dengan kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. Surat teguran atau surat peringatan akan diberikan sesuai dengan tahapan pelanggaran. Jika masih melakukan pelanggaran yang sama maka hal ini akan berakhir pada pemecatan atau pemberhentian dari pekerjaan atau sebuah jabatan tersebut.

Sebagaimana tujuan dari surat tujuan atau surat peringatan maka dalam hal ini pemberian surat tersebut bertujuan untuk membuat pelanggar akan lebih jera dan akan lebih sadar akan tindakan kesalahan yang telah dilakukan oleh karyawan tersebut.

Bagi pelanggar yang mendapatkan  surat peringatan atau teguran maka harus memperbaiki kinerjanya menjadi lebih baik agar tidak mendapatkan surat teguran berikutnya. Jangan sampai mendapatkan surat teguran berikutnya karena akan berakibat sangat fatal dan akan berakhir dengan pemberhentian dari pekerjaan.

Melanggar ketentuan dalam sebuah perusahaan tentu saja akan mendapatkan surat teguran secara bertahap. Untuk masing masing lembaga atau perusahaan pada dasarnya memiliki ketentua khusus mengenai aturan perusahaan dan hal ini akan menjadi sebuah pertimbangan dalam memberikan surat teguran atau peringatan untuk masing masing pelanggar yang melanggar ketentuan aturan dalam sebuah lembaga atau perusahaan tersebut nantinya.

About the Author: admin

You May Also Like