10+ Contoh Surat Peringatan

Istilah SP atau surat peringatan tentu bukan sebuah hal yang asing. Hal ini karena jenis surat yang satu ini memang menjadi salah satu kategori surat yang sangat identik dengan dunia kerja atau lainnya. Bagi karyawan di sebuah perusahaan dan melakukan hal hal yang melanggar ketentuan pekerjaan atau kinerjanya jelek tentu berpotensi mendapatkan surat peringatan atau SP.

Pada umumnya dalam dunia kerja, surat perigatan diberikan kepada karyawan oleh pemberi kerja atau pihak perusahaan dalam hal urusan kesalahan dan kinerja buruk yang dilakukan. Dengan adanya surat peringatan tentu saja hal ini bisa menjadi bahan perhatian bagi setiap karyawan agar lebih baik lagi kinerjanya di depan.

Surat peringatan biasanya diberikan secara bertahap mulai dari surat peringatan ke satu, kedua, dan ketiga. Kondisi ini bisa menjadi salah satu alasan dan bahan pertimbangan untuk pemutusan hubungan kerja untuk seorang karyawan.

Pada dasaranya kategori pelanggaran disiplin dari masing masing perusahaan memiliki aturan tertentu. Surat peringatan tentu banyak tujuannya seperti memberikan efek jera, meningkatkan kedisiplinan dan lain sebagainya bagi karyawan yang melakukan kesalahan sehingga tidak akan melakukan kesalahan yang sama kedepannya.

Lalu, Kapan Waktu Untuk Mengeluarkan SP Oleh Pihak Perusahaan?

Surat peringatan atau SP akan dikeluarkan di waktu waktu tertentu sesuai dengan jenis pelanggaran dan kesalahan yang dilakukan. Ada beberapa waktu yang menyebabkan SP tersebut dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Diantaranya yaitu sebagai berikut!

  1. Surat peringatan dikeluarkan akibat masalah kehadiran atau absen yang berantakan dan banyak tidak masuk kerja
  2. Surat peringatan diberikan jika sering terlambat dalam bekerja
  3. Surat peringatan akan diberikan jika karyawan tidak memberikan kontribusi dan produktivitasnya rendah sehingga tidak mencapai target pekerjaan
  4. Surat peringatan diberikan pada saat karyawan melanggar kebijakan kebijakan perusahaan atau melanggar kode etik
  5. Surat peringatan diberikan saat karyawan mengambil atau mencuri barang milik orang lain atau milik perusahaan.

Tentu saja surat peringatan atau SP tidak secara sembarangan dikeluarkan oleh pihak perusahaan. Dalam hal ini surat peringatan akan dikeluarkan jika kesalahan yang dilakukan seseorang tidak bisa di tolerir. Surat peringatan tersebut akan diberikan secara bertahap dari mulai SP 1 hingga SP 3. Jika sama sekali tak ada perbaikan atau perubahan maka kemungkinan akan terjadi pemecatan.

Surat peringatan akan ditanda tangani oleh pihak HRD, Manajer dan Karyawan. Namun  pada dasarnya karyawan tidak diharuskan untuk menandatangani surat tersebut. Namun tanda tangan karyawan bisa menjadi salah satu bukti bahwa karyawan tersebut sudah menerima surat peringatan yang dilayangkan oleh pihak perusahaan.

Selain itu, pihak perusahaan juga akan menggunakan saksi saksi untuk menandatangani surat peringata tersebut sehingga akan lebih jelas nantinya. Dengan begitu maka jika dikemudian hari ada kekeliruan tentu bisa ditindak lanjuti denga mudah sehingga tidak akan ada kesalahpahaman antar kedua belah pihak baik itu karyawan dan perusahaan.

Contoh Surat Peringatan 1 Untuk PNS atau Pegawai Negeri Sipil

Bagi PNS atau Pegawai Negeri Sipil tentu saja memiliki kewajiban untuk memulai kerja di hari senin hingga jum’at. Terkecuali jika sakit atau tanggal merah maka diperbolehkan tidak masuk kerja. Namun, jika seorang PNS melanggar ketentuan jam kerja dan sering bolos maka bisa mendapatkan surat peringatan (SP) satu. Adapaun contohnya yaitu:

PEMERINTAH DAERAH KOTA BANDUNG

DINAS TENAGA KERJA

Jl. Maju Raya no. 2 Kota Bandung 40615

Tlp. 022-897778 Fax. 022-768999

SURAT PERINGATAN

No. 55/PKLH/SP/IV/18

Surat ini diberikan kepada:

Nama                   : Jayus

NIP                        : 78990766

Jabatan                : Staff IT

Sehubungan dengan pelanggaran tata tertib yang berlaku di lingkungan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandung, yaiutu tidak masuk kerja dan tanpa ada keterangan selama 5 hari berturt turut, maka dengan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung memberikan surat peringatan ini dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Surat peringatan (SP) ini masa berlakunya selama 1 bulan kedepan dari mulai tanggal diterbitkannya surat peringatan tersebut.
  2. Atas pelanggaran yang telah dilakukan pihak yang bersangkutan, maka pihak bersangkutan diberikan sanksi berupa pemotongan gaji sebesar 10% sesuai dengan pasal 5 Peraturan Daerah Mengenai Ketenagakerjaan No. 10/DTK/04/2012.

Demikian mengenai surat peringatan (SP) ini untuk diperhatikan. Atas perhatian Saudara/i. Kamu ucapkan Terima Kasih.

Mengetahui,

Kepala Dinas Tenaga Kerja Bandung,

 

Drs. Ahmad Subari

 

Contoh Surat Peringatan 1 Untuk Pengajar atau Guru

Pada dasarnya masing masing sekolah atau instansi pendidikan lainnya tentu memiliki sistem dan aturan masing masing baik itu untuk aturan siswa dan tenaga pengajar. Nah, jika ada siswa atau pihak guru yang melanggar tentu bisa terkena sebuah konsekuensi atas pelanggaran. Nah, berikut ini contoh surat peringatan 1 untuk pihak guru yang melanggar!

SMA HARAPAN INSAN

Jl. Sinar Terang No. 5 Bandung

Tlp 022-89999

Bandung, 21 Januari 2020

Nomor                 : 03/SP/SKP-3/04/2020

Perihal                  : Peringatan

Lampiran             : –

 

Kepada Yth.

Ibu Jaenab

Guru Fisika

Di Tempat

 

Dengan Hormat,

Berdasarkan pada peraturan yang berlaku di lingkungan Yayasan Sekolah SMA Harapan Insan yaitu bahwa ketidakhadiran seorang guru tanpa adanya keterangan lebih dari toleransi maksimal sesuai ketentuan yaitu 2 hari dalam satu bulan. Jika lebih dari 2 hari tidak da kabar atau keterangan pada pihak sekolah maka akan dkenakan sanki berupa surat peringatan pertama.

Berdasarkan pada rekap absensi yang dilakukan, menunjukan bahwa saudari Ibu Jaenab tidak masuk tanpa adanya kabar dan keterangan yang jelas lebih dari 2 hari kerja secara berturut turut. Hal ini berarti sudah melewati bata toleransi yang sesuai dengan ketetapan dari aturan sekolah atau Yayasan SMA Harapan Insan. Hal ini sangat merugikan pihak Yayasan dan murid didiknya.

Maka dari itu, yang bersangkutan akan diberikan sanksi berupa surat peringatan Pertama atau SP 1 yang akan berlaku 2 bulan sejak diterbitkannya  surat terseebut. Jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran lagi  maka akan dikenakan sanksi yang lebih keras lagi.

Demikian surat peringatan (SP) ini dibuat untuk dijadikan acuan dalam melakukan intropeksi. Atas perhatian Saudari, Kami ucapkan terima kasih.

Mengetahui,

Kepala SMA Harapan Insanm

Drs Anton Sanjaya

 

Nah, demikian itulah mengenai contoh surat peringatan yang biasa digunakan untuk memberikan teguran baik itu pada karyawan atau staf lainnya dalam sebuah perusahaan atau instansi kerja. Surat peringatan (SP) bertujuan untuk sebuah intropeksi diri, perbaikan kinerja, dan lainnya agar di masa mendatang bisa lebih baik lagi.

Jika surat peringatan masih diabaikan dan tidak ada perbaikan atas kesalahan yang dilakukan maka langkah berikutnya pihak perusahaan bisa memutus hubungan kerja kapan saja jika dinggap semakin merugikan pihak perusahaan atau instansi terkait. Jika sudah mencapai SP 3 tidak ada perbaikan maka mau tidak mau pemutusan kerja akan terjadi.

About the Author: admin

You May Also Like